Jenderal Besar Raden Soedirman
Malu hati ini
Ternyata aku baru bisa sekedar menikmati hasil perjuangan para pahlawan besar Negara Indonesia
Aku baru bisa berteriak meminta dan menuntut
Kapan aku bisa menjadi lakon seperti para pahlawan itu
Insan manusia yang mempunyai rasa dan harkat martabat sehinga memeberi
dan berbagi kepada sesama adalah merupakan jalan hidupnya
Aku masih beruntung
Ternyata aku mempunyai rasa membenci
Membenci kepada diri sendiri ketika diri ini hanya memikirkan ego dan keinginan yang tidak ada habisnya
Aku harus belajar pada seorang guru
Aku tidak malu untuk itu
Bukankah Soedirman adalah seorang guru yang mulia ?!
Yang terbina jiwa dan karakternya untuk berbagi dengan sesama dan mengabdi kepadaNya
Memang tidak ada kata terlambat untuk belajar
Seperti perjuangan Jenderal Besar Raden Soedirman yang sejak dini selalu dan terus berjuang hingga akhirnya hayatnya
Sebuah perjuangan yang tidak sia - sia karena beliau mendapat tempat
yang mulia disisNya dan harum namanya di bumi Nusantara yang tercinta
ini.
Amin
by : ki wijanarko
15 Pebruari 2014
YOGYAKARTA SPECIAL REGION.Turut Berpartisipasi Peduli Kepada Bumi Dan Mempercantik Indahnya Dunia. Hamemayu Hayuning Bawana.Menjaga hubungan baik dengan manusia, sesama makhluk, alam semesta dan dengan Yang Maha Kuasa (HB I ). Rahayuning Bawono Kapurbo Waskitaning Manungso, yang berarti kelestarian dunia itu berawal dari kewaspadaan manusia. Website DIY pewaris budaya Adiluhung Universal dari DIY. Website http://www.daerahistimewayogyakarta.com/
Sabtu, 15 Februari 2014
= RASA
RASA
Belajar menjadi diri sendiri saja kalau begitu
Mendengarkan rasa ketika berbicara
Menghayati gerak qolbu yang selalu tulus
Bukankah diri kita ini dari ujung kepala hingga ujung kaki adalah kenikmatan ?
Memeluk ego, mengendalikan emosi yang selalu ingin terpenuhi adalah keindahan
Mensyukuri segala kenikmatan yang pernah dirasakan, yang sedang dinikmati, bahkan mensyukuri nikmatnya angan-angan
Kadang kita lupa memang
Bahwa kenikmatan yang telah kita rasakan dan karunia rasa itu nilainya tidak terkira dan tidak sebanding dengan ujian yang sangat kecil ini....
Syukuri saja setiap ujian yang menerpa kita, bahkan yang mungkin sangat menyakitkan diri kita
Yang penting kita tulus dan ikhlas ketika kita harus memeluk ujian hidup itu
Karena mengeluh dan mengumpat tidak ada gunanya, karena kita tidak mendapat apa - apa, tetapi jika kita berusaha dan besabar siapa tahu berkah, karunia dan derajat dapat kita gapai
Tidak selamanya musim kemarau, kadang dan pasti musim hujan akan segera datang
Kadang kita selalu inign memenuhi kehendak kita yang selalu ingin mengendalikan kita
Kontemplasi dan berhenti sejenak kadang perlu dan harus agar kita bisa melihat setiap kotoran yang menempel dihati kita
Cobalah kenali hati kita
Bukalah setiap tirai yang menutupi pintu - pintu hati kita
Karena jika kita mau sedikit bersahabat dengan jati diri kita, niscaya kita akan melihat betapa indahnya Cahaya yang ada dilubuk hati kita
Hormati saja ujian hidup karena sesungguhnya dia sedang mengajak diri kita untuk kontemplasi dan mawas diri.
by ki wijanarko
15 Pberuari 2014
Belajar menjadi diri sendiri saja kalau begitu
Mendengarkan rasa ketika berbicara
Menghayati gerak qolbu yang selalu tulus
Bukankah diri kita ini dari ujung kepala hingga ujung kaki adalah kenikmatan ?
Memeluk ego, mengendalikan emosi yang selalu ingin terpenuhi adalah keindahan
Mensyukuri segala kenikmatan yang pernah dirasakan, yang sedang dinikmati, bahkan mensyukuri nikmatnya angan-angan
Kadang kita lupa memang
Bahwa kenikmatan yang telah kita rasakan dan karunia rasa itu nilainya tidak terkira dan tidak sebanding dengan ujian yang sangat kecil ini....
Syukuri saja setiap ujian yang menerpa kita, bahkan yang mungkin sangat menyakitkan diri kita
Yang penting kita tulus dan ikhlas ketika kita harus memeluk ujian hidup itu
Karena mengeluh dan mengumpat tidak ada gunanya, karena kita tidak mendapat apa - apa, tetapi jika kita berusaha dan besabar siapa tahu berkah, karunia dan derajat dapat kita gapai
Tidak selamanya musim kemarau, kadang dan pasti musim hujan akan segera datang
Kadang kita selalu inign memenuhi kehendak kita yang selalu ingin mengendalikan kita
Kontemplasi dan berhenti sejenak kadang perlu dan harus agar kita bisa melihat setiap kotoran yang menempel dihati kita
Cobalah kenali hati kita
Bukalah setiap tirai yang menutupi pintu - pintu hati kita
Karena jika kita mau sedikit bersahabat dengan jati diri kita, niscaya kita akan melihat betapa indahnya Cahaya yang ada dilubuk hati kita
Hormati saja ujian hidup karena sesungguhnya dia sedang mengajak diri kita untuk kontemplasi dan mawas diri.
by ki wijanarko
15 Pberuari 2014
Jumat, 14 Februari 2014
= Abu Vulkanik, Gunung Kelud meletus, 14 Pebruari 2014
Yang Maha Kuasa memberikan rejeki yang tidak terkira kepada umatNYA.
Amin.
Langganan:
Komentar (Atom)
